Truck Pedesaan Mulai Diproduksi Masal

Truck Pedesaan Mulai Diproduksi Masal

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan produksi massal truk pedesaan atau Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) dimulai pada Januari 2019. “Uji coba telah dilakukan, termasuk urusan perizinan dengan Kementerian Perhubungan. Rencana November terbit,” kata dia di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, kemarin.

Menurut Airlangga produksi AMMDes pada tahap pertama mencapai 3.000 unit setahun. Di tahap berikutnya, kata dia, PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI), selaku produsen AMMDes, akan menggenjot produksi 9.00015.000 unit per tahun. Airlangga pun memastikan suku cadang kendaraan ini mencukupi kebutuhan. Rencananya, AMMDes akan dibanderol Rp 65-70 juta, di luar aksesorinya. “Mobil ini akan menggunakan bahan bakar biodiesel 20 persen (B20),” ujar dia. Saat ini, KMWI telah bekerja sama dengan lebih dari 70 industri komponen dalam negeri.

“Para pemasok komponen mobil AMMDES rata-rata merupakan industri kecil dan menengah (IKM),” ujar Airlangga. Menurut Airlangga, industri kecil yang terlibat sudah bisa untuk memproduksi 184 jenis komponen atau kira-kira sejajar dengan 70% dari total nilai AMMDes. “Ke depan, kemampuan suplai tersebut akan terus ditingkatkan.” Saat berkeliling arena pameran GIIAS 2018, Airlangga dan Presiden Joko Widodo sempat masuk kabin AMMDes yang dipajang di Hall 3. “Kalau duduk nyaman sekali,” kata Jokowi. Dia mengatakan AMMDes menjadi bentuk inovasi yang manfaatnya terasa ke berbagai sektor. “Cuma satu jenis kendaraan tapi kaitannya dengan industri lain sangat banyak,” ujarnya. Presiden Komisaris KMWI, Sukiat, mengatakan AMMDes dengan merek KMW menggunakan bahan bakar bensin dan diesel yang memiliki sistem penggerak tunggal dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

AMMDes KMW terdiri atas tiga tipe, model fix bin dengan PTO Power Take Off, model fixed bin dengan pengerek alat mesin pertanian, dan model flat deck atau pembawa penumpang plus PTO. PTO adalah peranti penerus tenaga mesin yang dapat disambungkan dengan aneka mesin pertanian. KMWI adalah konsorsium yang terdiri atas PT Kiat Inovasi Indonesiaprodusen Moda Angkutan Hemat Pedesaan atau Mahesa Nusantara bersama dua anak usaha PT Astra Otoparts Tbk, yakni PTVelasto Indonesia dan PT Ardendi Jaya Sentosa, yang selama ini memproduksi angkutan perkebunan bermerek Wintor.

Pada awal 2019, KMWI akan mengoperasikan pabrik perakitan AMMDes di Klaten, Jawa Tengah; dan Bekasi, Jawa Barat, dengan investasi Rp 300 miliar. Produk akan dipasarkan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD). Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, mengatakan pembelian mobil desa bisa dibantu dengan skema kredit usaha rak yat. Harga kendaraan niaga pedesaan yang memenuhi batas minimal kandungan lokal bisa mendapat diskon melalui skema bantuan restrukturisasi mesin dan alat pertanian.

Semoga saja pemerintah juga memberikan mesin genset untuk para petani yang berada di desa lantaran daerah tersebut kerap kali mengalami listrik mati. Dengan adanya genset diharapkan petani lebih bisa menikmati waktu istirahatnya dirumah ketika tidak sedang berada di sawah.

Tags: