Implementasi Gotong Royong di Smart City

Implementasi Gotong Royong di Smart City

Implementasi Gotong Royong di Smart City – Semangat gotong-royong yang menjadi ciri masyarakat Indonesia ternyata bisa diimplementasikan di smart city. Hal ini dicontohkan Kabupaten Kendal melalui inovasi PosPin.

Kabupaten Kendal menangkap budaya gotong royong yang melekat di lini kehidupan masyarakat Indonesia sebagai ide untuk membuat sebuah program dan aplikasi pelayanan masyarakat. Program tersebut dinamakan PosPin (Pos kamling Pintar) yang pengelolaannya berada di bawah Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpolkar) Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Gotong Royong ini kan budaya kita, kenapa tidak kita hidupkan lagi dan kita manfaatkan. Selanjutnya tinggal bagaimana kita bisa berinovasi dalam memudahkan pelayanan dengan memanfaatkan budaya berbasis masyarakat ini” ungkap Bupati Kendal, dr Mirna Anissa, MSi. Dengan keberadaan perangkat ini, Mirna berharap masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban, setidaknya di lingkungan tinggal mereka sendiri. PosPin ini pada dasarnya adalah tablet Android yang dilengkapi aplikasi pelaporan ke Pemkab Kendal. Jika terjadi kejadian penting (seperti terjadi kebakaran, bencana alam, atau tindak kriminal), masyarakat bisa langsung melakukan pengaduan menggunakan perangkat ini. Perangkat ini sendiri terhubung langsung ke petugas Satpol PP, yang akan mengordinasikan respon laporan ke pihak terkait.

Perangkat PosPin juga bisa digunakan untuk menghubungi Ketua RT terkait Lapor Tamu 24 Jam. Nantinya, laporan tersebut bisa dilakukan melalui berbagai pilihan yang disediakan seperti pengiriman pesan singkat, panggilan telepon, atau panggilan video. Saat ini, implementasi PosPin telah dilakukan di lima titik kecamatan yaitu Kaliwungu, Kecamatan Boja, Kecamatan Weleri, Kecamatan Sukorejo, dan Kecamatan Ngampel. Perangkat digital ini sudah terpasang sejak bulan Agustus 2018 dan sedang melalui masa penyempurnaan sembari dilakukan pula sosialisasi kepada Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Perlingan Masyarakat (Linmas), Satpol PP Kecamatan, dan tokoh-tokoh desa.

Beragam Implementasi

PosPin ini sendiri adalah salah satu inovasi yang lahir dari perjalanan Pemkab Kendal mengikuti pelaksanaan Gerakan Menuju 100 Smart City. Selain PosPin, Pemkab Kendal juga memiliki dua inovasi lainnya, yaitu Layanan Aduan Informasi (UP4) dan Layanan Kesehatan PSC 119. “Ini tiga terbaik yang akan kita kejar untuk jangka pendek 2018,” ungkap Kepala Diskominfo Kendal, Ferinando Rad Bonay.

Rini Rachmawati, S. Si., M.T, dosen UGM yang menjadi pembimbing Kabupaten Kendal, menilai positif komitmen yang dilakukan Kabupaten Kendal. Kini tinggal bagaimana tindak lanjut dari inovasi tersebut, salah satunya melakukan sosialisasi dan edukasi. “Karena secanggih dan sebaik apapun pelayanan yang diberikan, tidak akan bermanfaat banyak jika masyarakat tidak paham dalam menggunakannya” ujar Rini. “Jadi sekarang yang harus sangat diperhatikan adalah bagaimana pelayanan ini bisa benar-benar diketahui oleh masyarakat dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” tutup Rini.

Tags: