Oracle OpenWorld 2019: Era Baru Oracle Cloud

Era Baru Oracle Cloud

Era Baru Oracle Cloud – Tren umum yang kita lihat dewasa ini adalah adopsi komputasi awan di berbagai industri dan kawasan di dunia terus mengalami pertumbuhan. Hal itu telah diprediksi oleh Mark Hurd sejak tiga tahun lalu. “Delapan puluh persen production apps akan berada di cloud. Dua penyedia SaaS suite akan menguasai 80% pasar dan 80% dari anggaran TI akan dipakai untuk layanan cloud. Enterprise cloud akan menjadi tempat paling aman bagi IT processing,” ujar CEO Oracle itu mengulang prediksinya di tahun 2015. Menurutnya lagi, organisasi tidak perlu lagi berargumentasi tentang berpindah ke cloud atau tidak. “Satu-satunya hal yang kita perdebatkan sekarang adalah seberapa cepat kita dapat beralih ke cloud,” tandasnya di hadapan peserta Oracle OpenWorld 2018 yang berlangsung pada tanggal 22-24 Oktober lalu di San Francisco, AS.

Lebih jauh lagi, bertransisi ke cloud juga bukan lagi semata-mata tentang teknologi cloud karena teknologi terkini, seperti artifi cial intelligence (AI) dan blockchain, akan berintegrasi dengan komputasi awan dan menambah manfaat yang bisa diraih pelanggan. “Cloud dan teknologi terintegrasi, seperti AI, akan menurunkan biaya, mendorong inovasi, dan meningkatkan produktivitas,” imbuh Mark Hurd. Mark Hurd memprediksi bahwa di tahun 2025, seratus persen aplikasi cloud akan menyertakan kemampuan AI dan 85% interaksi dengan pelanggan akan dilakukan secara terotomatisasi. Mark juga meramalkan bahwa 60% dari seluruh pekerjaan TI saat ini justru belum diciptakan.

Dengan kata lain, jenis-jenis pekerjaan baru di bidang TI akan bermunculan berkat pemanfaatan cloud dan teknologi-teknologi terkini, misalnya supervisor untuk robot, desainer teknologi smart city, atau teknisi untuk peralatan kesehatan berbasis AI. Oleh karena itu, para profesional TI tak perlu khawatir tren otomatisasi akan melenyapkan pekerjaan (manusia).

Integrasi Teknologi Terkini
Mengikuti perkembangan tren integrasi cloud computing dengan teknologi terbaru, di perhelatan global Oracle OpenWorld 2018, Oracle mengumumkan serangkaian inovasi terbaru dan peningkatan di jajaran aplikasi Oracle Fusion. Aplikasi-aplikasi bisnis yang ditawarkan dalam bentuk software as a service ini telah membekal teknologi terkini, seperti machine learning dan artificial intelligence, dan dikembangkan berdasarkan konsep-konsep kekinian.

Pelanggan Oracle Enterprise Resource Planning (ERP) Cloud dan Enterprise Performance Management (EPM) Cloud kini dapat menikmati beberapa fitur cerdas berbasis AI, seperti Intelligent Process Automation dan Assisted Expense Reports. Hampir mirip dengan Robotic Process Automation (RPA) di lingkungan industri manufaktur, Intelligent Process Automation (IPA) mengotomatisasi pekerjaan-pekerjaan rutin di divisi keuangan.

Karena memiliki kecerdasan, sistem ini tak sekadar mengotomatisasi tetapi juga akan terus “belajar” dengan cara mengamati proses; menganalisis data, history maupun background dari proses; dan mengidentifikasi pola-pola baru. Hasil pembelajaran IPA berupa rekomendasi rule-rule baru atau saran mengkonfigurasi ulang rule yang sudah ada agar proses berjalan lebih efisien. Pengguna sistem ini tetap memiliki kemampuan untuk memperbaiki, menerima, atau menolak rule baru yang disarankan sistem.

Assisted Expense Reports adalah chatbot assistant yang bertugas memroses berbagai pengeluaran kantor secara lebih efisien dan akurat, dan menyederhanakan pembuatan laporannya. Expenses bot imi dapat membaca kuitansi atau bukti pembayaran dan mengenali jenis pembayaran yang tertera dalam kuitansi tersebut. Dengan adanya aplikasi ini, organisasi akan terbantu dalam mengembangkan approval system. Tak hanya di aplikasi ERP, chatbot juga hadir di aplikasi Human Capital Management (HCM).

Chabot ini dirancang untuk dapat menjawab pertanyaan yang kerap diajukan oleh karayawan. Fitur baru berbasis AI lainnya yang disematkan pada HCM Cloud adalah kapabilitas matching Best Fit Candidate agar perusahaan dapat menemukan sumber daya manusia yang tepat dan sesuai kebutuhan. Oracle juga menambah arsenal keamanan berbasis machine learning pada HCM Cloud. Dengan kemampuan mendeteksi anomali pada akses ke aplikasi, keamanan dan privasi data karyawan akan lebih terjaga.

Di area sales, marketing, dan service, penawaran terbaru Oracle adalah CX Unity yang dapat menambahkan data kontekstual untuk meningkatkan kapabilitas cerdas pada Oracle CX Cloud. Peningkatan kemampuan ini akan mewujudkan AI-driven marketing, misalnya sistem dapat memberikan saran tentang kanal terbaik untuk memasarkan produk, atau bahkan dapat membantu menyarankan tentang waktu terbaik untuk mengirim e-mail penawaran kepada customer.

Oracle juga memperkenalkan Oracle Digital Assistant. Dimotori AI, asisten digital ini dapat memahami konteks, memiliki intent, dan mengidentifikasi serta secara proaktif mempelajari perilaku dan pola user dalam melakukan tugas-tugas rutin. Asisten digital ini dapat dijumpai di aplikasi ERP, HR, CRM, dan CX. Oracle sengaja mengembangkan asisten digital yang bersifat client agnostic agar pengguna dapat mengintegrasikannya dengan asisten digital milik vendor lain, misalnya Alexa dari AWS.

Tags: