my life, random thoughts

Who Hurt You? Your Own Expectation

Picture1

Setelah batal liburan ke Jogja karena ternyata jatah cuti mas hubby sudah habis, kami putar haluan liburannya ke sekitaran Jawa Timur saja yang penting sama pantainya. Ngotot tetap harus liburan mumpung saya belum masuk kuliah. Searching-searching di Google pantai yang paling dekat, view nya bagus dan aman untuk anak-anak, ketemu Pantai Ngliyep yang terletak di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang atau biasa dikenal dengan Malang Selatan.

Oke fix kami segera menyusun printilan yang harus dibawa serta rute dan jam keberangkatan karena kami cuma punya satu hari libur dan dari Sidoarjo kami harus menjemput mama di Mojokerto terlebih dahulu baru kemudian berangkat menuju Malang Selatan. Yeaaah akhirnya mantai. I don’t know why I am so excited. Sudah kebayang hamparan pasir, birunya laut, suara ombak, dan hangatnya matahari. Laaaf. Kebayang juga lari-larian sama Nabila, main pasir, ah dia pasti senang sekali karena ini pertama kalinya main ke pantai.

Sempat search di Instagram dengan hastag #pantaingliyepmalang MashaAllah bagus pantainya, banyak spot foto yang instgramable juga. Jadi semakin excited. Jangan sampai moment berharga ini ga ketangkap sama kamera atau ya sih ada fotonya tapi kualitas jelek karena cuma pakai kamera hp.

Apa saja yang saya siapkan?

1. SEWA KAMERA

Demi foto dengan kualitas paripurna akhirnya saya sewa kamera mirrorless. Emang ada? Banyak tau. Cari saja di Instagram. Kebetulan saya sewa di @artayicam yang berlokasi di Sidoarjo. Kamera Fujifilm XA2 dibandrol dengan harga sewa Rp 125.000 per 24 jam. Enaknya sewa di situ kameranya diantar ke rumah, jadi bukan kita yang ambil, jaminannya dua ID Card asli dan fotokopi KK.

Nanti hasil foto saya share di sini deh.

2. BELI KACAMATA

Gaes ini norak. Banget!

Saya sampai belain beli kacamata baru demi bisa foto ala-ala selebgram di pantai. Belinyapun harus di Surabaya karena lebih up to date modelnya ketimbang di Sidoarjo. Saya beli dua, buat saya dan mama.

3. BONGKAR GUDANG BUAT CARI PRINTILAN FOTO

Seperti yang sudah saya bilang, saya terobsesi berfoto ala selebgram, maka selain kacamata baru, aksesoris lainnya yang saya butuhkan adalah topi pantai. Karena sudah punya maka saya bongkar gudang buat mencari topi itu. Setelah ketemu langsung saya cuci bersih. Niat banget yak.

Bukan hanya saya, Nabila yang juga punya topi pantai, bolak-balik saya kasih tau “nanti kalau di pantai topinya dipakai ya”.

4. NGE-SAVE FOTO-FOTO SELEBGRAM

Karena yang fotoin nanti mas hubby dan dia itu ga jago foto, harus banget dikasih tau mau hasil foto yang seperti apa. Jadinya ya saya save deh foto-foto selebgram dan beberapa foto orang biasa yang yang sudah pernah ke Pantai Ngliyep.

Ada foto di bibir pantai, foto di ayunan, foto di jembatan panjang, foto main pasir. Ada foto sendiri, foto sama pasangan, foto sama anak, foto keluarga lengkap, dll.

ini nih ekspektasi saya ketika sesampainya di Ngliyep

H-4 ke Ngliyep mama telepon, dengan santainya mengabari kalau hari Minggu istri sepupu saya wisuda dan sepulang wisuda ada acara syukuran dimana mengundang keluarga besar, termasuk saya. Secara sepihak mama sudah mengiyakan undangan syukurannya. Mama bilang “kalau ke pantai kan bisa kapan saja, kalau syukuran wisuda kan mungkin cuma sekali seumur hidup”. Mama juga mengingatkan dulu jaman saya wisuda sepupu saya tersebut hadir di acara syukuran.

DUARRR.

Kaya dibangunin dari mimpi indah. Rasanya jengkel, pengen marah tapi sama siapa. Sakit banget di dada. Sesak. Spontan nutup telepon mama tanpa salam. Terus nangis. Sesenggukan. Mas hubby dan Nabila jadi bingung lihat saya.

Ekspektasi :

Harapan besar yang dibebankan pada sesuatu yang dianggap akan mampu membawa dampak yang baik atau lebih baik

Ternyata benar, jangan berkspektasi terlalu berlebihan. Kalau nanti kenyataan tidak sesuai ekspektasi akan sakit rasanya. Dan benar juga bahwa kita harus punya sedikitnya dua planning, maka jika plan A gagal masih ada plan B. Kita ini siapa sih, cuma manusia, Tuhan lah yang Maha Perencana.

Jadi siapa yang bikin saya sakit hati? Ya ekspektasi saya sendiri.

Lalu siapa yang bisa menyembuhkan? Ya saya sendiri.

Bhay Ngliyep, mungkin kita belum berjodoh.

9 Comments

  1. puk puk sabar ya mbak
    Aku juga sering gitu,, rencanakan sesuatu udh sempurna banget,, ujung-ujungnya gak jadi.. tetapi yah gitu, sakit memang, tp esok harinya udah baikan lagi,, hehehe kan bs di rencanakan lg lain hari
    salam kenal

  2. Aku bulan Juli lalu ekspektasi mau ke Ranu Kumbolo, eh ternyata udah full pas booking via website. Padahal denger2 cerita orang, bulan Juli padang bunganya lagi bagus-bagusnya. Tahun sebelumnya gagal juga karena bentrok sama kerjaan. Emang jodoh-jodohan….. :”)))))

    Ayo tinggal dipindahin jadwal liburannya. Ngliyep masih menanti.

  3. seperti mimpi saya bulan madu ke Bromo, eh malah mas hubby tipus parah sampai sebulan.Baru kesampaian 3 tahun kemudian ahahhaa

  4. Hiii… aku juga sering. Sudah susun A-F, sudah dinanti-nanti. Tiba-tiba gak jadi.
    Ya sudah, mungkin ujian kompromi aku lagi diher (lagi… lagi..lagi..)

  5. Hai Mba Dian. Boleh tahu emailmu? Aku mau kirim giveawaynya. 🙂

  6. […] Baca : Who Hurt You? Your Own Expectation […]

  7. Wah pas banget nih. Saya mau ke KL november ini, lolos sebuah acara exchange gitu. Tapi entahlah, betul banget, saya gak boleh berekspektasi besar dulu.

    1. Tetep dipersiapkan segala sesuatunya mbak. Tapi sewajarnya jangan berlebihan seperti saya hehe. Semoga lancar ya acara exchange nya.

  8. […] Baca : Who Hurt You? Your Own Expectation […]

Leave a Reply