my life, random thoughts

Social Media, Yay or Nay?

Di zaman milenial dan serba digital ini social media sangat tidak dapat dihindari. Betul apa betul?

Kalau ada yang beranggapan social media itu useless, wasting time, ajang pamer, sesuatu yang syarat akan hal negatif, dan lain-lain, berarti kalian musuh saya hahaha. Apasih.

Soalnya kan banyak tuh yang sok bangga “Aduuuh saya sih ga suka update status, facebook saja ga punya, apalagi instagram“. Trus kadang nyinyir “Dikit-dikit update status, kehidupan pribadi koq di share ke public“. Fiuh. Kaya sudah yang paling benar saja.

Padal biasanya orang yang kaya gitu tuh dua. Yang pertama dia gaptek. Yang kedua iya sih ga pernah update di social media, tapi punya sepatu everbest baru saja sekantor tau semua, krik krik krik. Pendapatan, pengeluaran sampai urusan ranjang sama suami pun dibikin bahasan saat kumpul sama teman-teman. Cieee ga suka share ke public nieee.

Itu mah sama saja bohong.

Asal kalian tau, hampir semua perusahaan baik itu swasta maupun BUMN, baik perusahaan Nasional apalagi Internasional pasti punya akun social media sebagai sarana informasi sekaligus promosi. Minimal fanpage facebook dan twitter. Bahkan sekarang instansi pemerintahan juga mulai menggunakan social media sebagai sarana komunikasi dan infomasi public. Kementrian PU misalnya, lewat akun twitternya @KemenPU menyampaikan langkah apa saja yang dilakukan untuk meminimalisir dampak kekeringan, upaya percepatan pembangunan waduk, sampai ruas tol manakah yang akan memberlakukan 100% transaksi non tunai. Itu cuma salah satu contoh.

Penulis macam Tere Liye, siapa coba yang ga pernah like atau share status facebooknya?! Motivator macam Mario Teguh. Ustad macam Felix Siauw. Para artis. Berarti apa? Social media berguna kan?! Masih beranggapan social media itu ga guna?! Kalian saja yang ga bisa maksimalin fungsi social media.

Tau selebgram? Itu lho orang biasa bukan artis yang suka upload-upload foto di instagram. Karena fotonya bagus, banyak follower, banyak yang like, akhirnya di endorse deh sama berbagai produk. Mereka bayarannya ga receh lho. Ngalah-ngalahin pegawai malah. Sampai ada yang bolak balik ke luar negeri gara-gara di endorse perusahaan travelling. Kepoin instagramnya Mega Iskanti, deh. Tar kalau ga dikasih contoh nama dikira omdo lagi saya.

Raditya Dika? Berawal dari blogger dan cuitan di twitter, trus stand up comedy trus bikin buku trus bikin film trus sekarang tajir melintir.

Online shop? Aduh ini sih ga usah diragukan, banyak banget online shop sukses berawal dari social media. Bahkan sekarang mereka sudah punya toko online (e-commerce) yang bikinnya seharga sebuah mobil, coba kepoin instagram Vanilla Hijab.

Saya? Oke walau saya ga jadi selebgram karena follower cuma segitu-segitu saja ga nambah-nambah (plis follow IG @dianpus), tapi banyak lho yang terinspirasi sama postingan saya. Minimal tanya, “Eh itu makan dimana? Enak ga? Harganya terjangkau?” atau nanya “Eh itu jalan-jalan di mana sih koq kayanya ramah anak?” Oh ya, owner daycare anak saya pun berterima kasih berkali-kali karena katanya banyak yang datang mendaftarkan anaknya pas ditanya tau informasi dari mana eh ternyata dari postingan saya. Bermanfaat buat orang lain kan berarti?!

Baca : Bintang Kids Daycare Sidoarjo, Best Solution for Working Mom

Mengenai isi social media yang beragam itu kembali ke individu penggunanya dan tentu sudut pandang pembaca ya. Ada yang punya akun facebook isinya cuma share berita HOAX, bikin status geje tentang politik, ujaran kebencian ke pemerintah, ya itu salah yang punya akun, bukan facebooknya. Unfollow saja, beres kan?!

Atau punya akun facebook dan instagram isinya foto selfie yang plek-plek selfie muka tok. Kalau masih gadis sih okelah mungkin cari jodoh, lha ini sudah emak-emak. Alamaaak. Sekali lagi itu salah yang punya akun, bukan facebook atau instagramnya.

Nah kalau punya akun facebook dan instagram isinya postingan : sepatu baru merk bla bla bla harga sekian, asiiik besok mau ke Bali, Alhamdulillah tadi bisa sholat sunnah dua rokaat sebelum subuh, dll yang menurut kebanyakan orang adalah riya alias pamer, ada dua jalan keluarnya. Pertama unfollow. Kedua ubah point of view kalian. Iya sudut pandang. Anggap saja mereka itu memberi informasi. Kalian bisa tau oooh harga sepatu merk itu segitu toh. Oooh kalau ke Bali sebaiknya pakai outfit seperti apa, bawa uang berapa, dll. Oooh ada ya sholat sunnah sebelum subuh, dimana tuntunannya, manfaatnya apa. Beres kan?!

Jadi plis jangan nyiyirin social media.

Yang ga main social media belum tentu benar. Yang main social media pun belum tentu benar. Semua balik ke individunya masing-masing. Mari kita sama-sama bijak bersocial media. Dan mari kurang-kurangin merasa paling benar kemudian nyinyirin orang yang ga sepaham. Sekian.

10 Comments

  1. Social media bisa jadi sarana berbagi banyak hal positif. Aktif di sosmed, kenapa tidak?

  2. Ah bener banget mba, socmed itu cuma benda yang bisa bermanfaat atau membawa mudharat tergantung pemakainya, sama kaya pisau, dipakai org baik hasilnya bagus dipakai org jahat yaa gitu. Berdakwah kan sekarang juga bisa pakai socmed. Kan kan kan?

    1. Yap betul. Yang memakai lebih bijak. Yang ga memakai ga usah nyinyir.

  3. Aku termasuk yang jarang update status di sosmed (fb, twitter), kebanyakan kalo update ya share postingan aja hehehe. Lebih banyak post di IG aja sekarang.
    Yang penting tetap think positif aja deh dan bijak bersosial media 🙂

    1. Thats the point, think postive

  4. Dwi

    Iiih sepakat banget ini. Hati-hati gak mau ikut perkembangan zaman nasibnya kaya no*ia.. Betul yg penting bijak dalam menggunakannya..

    1. Aak.. itu henpon pertamaku mbak
      Btw perumpamaannya mantab.

  5. Asalkan digunakan dengan positif, kayaknya sosial media benar-benar banyak manfaatnya. Terutama untuk nambah jaringan pertemanan kita 😀

  6. Dulu sebenarnya udah mau mundur dari dunia socmed karena sibuk kerja, pas udah resign dan jadi blogger malah butuh, hehe. Btw saya udah follow ya IGnya, jadi nambah teman kan. Jangan lupa folbek ya kakaaaa, hahaha.

    1. Iya blog dan socmed adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Uda di follback ya 🙂

Leave a Reply