liburan, my life, review

Keliling Dunia di Museum Angkut

Sudah sejak lama saya ingin pergi ke Museum Angkut, hot destination di Batu yang fotonya sering bersliweran di medsos. Mumpung ada libur lumayan lama, mas hubby mau dan ada budget buat jalan-jalan, berangkatlah kita berlima ke Batu. Saya, mas hubby, Nabila, mama saya dan bude saya.

Kita sengaja berangkat dari Mojokerto pagi-pagi banget biar ga kena macet, maklum musim liburan begini orang-orang yang ingin jalan-jalan tapi budgetnya minim macam saya pasti larinya ke Malang, Batu dan sekitarnya. Saya sudah nyusun itinerary : berangkat habis subuh, di jalan ngemil roti dulu sebagai pengganjal perut, sarapannya kira-kira jam 9 an di Taman Indie River Malang, trus lanjut Museum Angkut, kira-kira keluar jam 2 an makan siang di Omah Kitir Batu. Tapi itinerary tinggal lah itinerary, gatot alias gagal total.

Berangkat sudah sesuai ya setelah subuh. Tapiii… ternyata mas hubby dan bude ga kuat kalau sarapannya nunggu jam 9, akhirnya kita sarapan di Depot Sri Pandaan, itu sekitar jam setengah 8 an. Lanjut Museum Angkut, sampe sana jam 10 padahal Museum Angkutnya sendiri saja baru buka jam 12, huwaaaaa *nangis di pojokan*. Alhamdulillah kebijakan Museum Angkut berpihak pada saya, mungkin karena liburan dan memang saat itu antrian pengunjung di loket pembelian tiket sudah mengular akhirnya pintu masuk Museum Angkut dibuka jam 10 tet. Muter-muter di dalam Museum Angkut yang luas itu ternyata cuma butuh waktu 2,5 jam. Keluar dari Museum Angkut masih pada kenyang kalau harus dipaksakan makan di Omah Kitir Batu, akhirnya bhay! Kita pulang trus makannya nyelentang ke Warung Teko Bangil hahahaha.

10 fakta mengenai Museum Angkut menurut perspektif saya :

1. Museum Angkut terletak di Jl. Terasan Sultan Agung No. 2, Batu. Walaupun belum ada penunjuk jalan yang menunjukkan arah ke Museum Angkut saat memasuki Kota Batu, tapi sangat mudah ditemukan koq. Tinggal pilih jalan menuju ke arah Jl. Imam Bonjol Bawah (melewati Lippo Plaza) ke arah Jatim Park, nanti di persimpangan jalan ada panah Jatim Park ke kiri, nah kalau Museum Angkut pilih ke kanan. Setelah itu ada banyak penunjuk jalan, tinggal ikuti saja.

2. Jam buka efektifnya pukul 12.00 – 20.00 WIB, tapi sih sepertinya akan fleksibel di hari libur, buktinya saya kemarin itu sampai sana jam 10.00 WIB sudah boleh masuk.

3. Harga tiket masuk weekday Rp 80.000,- per orang sedangkan weekend Rp 100.000,- per orang. Untuk anak-anak, tinggi badan di atas 85 cm sudah wajib membeli tiket. Oh ya, bawa kamera apapun itu jenisnya (mau DSLR, mirrorless, kamera pocket dll) dikenakan charge Rp 30.000,- kecuali kamera hp ya, gratis.

4. Ga usah siap-siap bawa air minum, cemilan apalagi nasi bungkus! Percuma saja akan disita oleh petugas di pintu masuk. Tenang, di dalam Museum Angkut banyak penjual minuman, makanan ringan maupun makanan berat koq. Harganya pun wajar untuk sekelas tempat rekreasi.

5. Dilarang kesana bagi yang ga suka narsis, ga suka mobil apalagi ga suka jalan! Soalnya Museum sebesar itu isinya hanya alat transportasi mulai mobil, motor, kapal, pesawat, sepeda ontel, bajaj, helicak dll dari tahun ke tahun dan untuk melihat semua itu harus kita lewati dengan jalan kaki.

6. Selain melihat-lihat dan narsis, ada sih wahana yang bisa kita naiki, tapi cuma ada 2 dan itupun kita harus bayar lagi. Untuk wahana happy bus Rp 25.000,- per orang dan untuk wahana perahu Rp 10.000,- per orang.

7. Bahagia? Absolutely yes. Lalu apa saja yang saya temui di Museum Angkut yang membuat saya (dan keluarga tentunya) bahagia? Jawabnya simple : berasa kaya keliling dunia. Remeh ya hahahaha. Pertama masuk kita disuguhi mobil-mobil dan aneka alat transportasi lainnya. Kereeen. Langsung deh cekrek-cekrek. Trus kita naik lift dipandu sama guide gitu. Naik ke lantai 3 disuguhi sama macam-macam peswat sampai ada flight simulatornya segala, sayang Nabila ga berani masuk, mungkin karena suaranya yang bising. Turun ke lantai 2 ada happy bus (semacam roda yang bisa diduduki oleh 2 orang dan bisa berjalan sesuai arah kemudi), kami berempat naik wahana itu, mas hubby ga naik karena ga ada pasangan. Rasanya takut-takut nagihin. Surprise nya Nabila berani lho naik itu (sayang ga ada video atau foto hiks). Setelah itu kita disuguhi replika Sunda Kelapa, Batavia, Gangster Town, Broadway Street, Europe Zone, Buckingham Palace, Las Vegas, Hollywood, emm apa lagi ya… banyak deh. Dan sumpah detail banget, bagus, keren, kita kaya bener-bener ada di tempat itu. Terakhir kita disuguhi replika Pasar Apung. Di sini kita bisa naik perahu sungguhan. Nabila senang sekali, ini pertama kalinya naik perahu.

8. Setelah selesai mengitari Museum Angkut bisa lanjut masuk ke D’Topeng secara gratis. Isinya ada topeng, patung, keris, batik dll yang mengajak kita untuk mencintai budaya nusantara.

9. Di dekat parkiran disediakan Musholla. Hanya saja tempatnya kurang representative.

10. Area parkirnya luas dan di basement jadi ga kepanasan ataupun kehujanan. Seingat saya sih biaya parkirnya cuma Rp 10.000,- untuk mobil.

Ini sebagian dari hasil narsis kami di Museum Angkut 😘

 dsc01223

dsc01204

dsc01247

dsc01253

Leave a Reply